Iklan

Ciri-ciri Makhluk Hidup

» »
Coba amati lingkungan sekitar, kita akan menemukan manusia, hewan, dan tumbuhan yang merupakan makhluk hidup. Selain itu, kita juga akan menemukan awan, tanah, dan air yang merupakan makhluk tidak hidup.

contoh iritabilitas 5 contoh iritabilitas jelaskan pengertian iritabilitas dan berilah contohnya apakah yang dimaksud iritabilitas berikan contohnya contoh iritabilita pada tumbuhan ditunjukkan oleh perbedaan iritabilitas dan adaptasi peka terhadap rangsang iritabilitas apakah perbedaan gerak pada hewan dan tumbuhan

Pada saat mengamati makluk hidup, kita akan menemukan beberapa ciri makhluk hidup. Diantaranya bereaksi jika disentuh, bergerak, dan mengeluarkan zat sisa dari tubuhnya. Beberapa ciri lainnya adalah bernafas, membutuhkan makanan dan minuman, tumbuh dan berkembang, berkembang biak serta menyesuaikan diri dengan lingkungan.


1. Bernafas (Respirasi)

Bernafas atau respirasi adalah proses masuknya oksigen ke sistem pernafasan dan keluarnya karbon dioksida ke udara.

Oksigen yang masuk ke tubuh digunakan untuk menguraikan zat makanan sehingga menghasilkan tenaga. Selanjutnya, tenaga tersebut digunakan untuk melakukan berbagai kegiatan hidup seperti timbuh dan berkembang. Sementara itu, karbon dioksida dan uap air yang merupakan hasil pernafasan dikeluarkan oleh tubuh.

Proses pernafasan pada manusia, dapat kita sederhanakan seperti reaksi dibawah ini:

Oksigen + Makanan → Karbon dioksida + Air + Energi
Proses pengambilan oksigen pada makhluk hidup di darat seperti ayam, tanaman kembang sepatu, dan kambing diambil dari udara bebas. Lain halnya dengan ikan, udang, dan tumbuhan air, oksigen diambil dari oksigen yang larut dalam air.


2. Bergerak

Gerak yang dilakukan makhluk hidup merupakan salah satu reaksi dalam menerima rangsangan. Kepekaan makhluk hidup untuk memberikan tanggapan atau respons terhadap rangsang yang diterima disebut iritabilitas.

Manusia dan hewan dapat bergerak dengan bebas dan gerakannya dapat kita lihat dengan jelas. Sedangkan tumbuhan, hanya dilakukan oleh sebagian tubuhnya. Misalnya, akar tumbuh kebawah menembus tanah, ujung tunas tumbuh ke atas, serta bunga bergerak ketika mekar dan menguncup. Adapun contoh lainnya adalah perubahan daun putri malu pada waktu disentuh.


3. Membutuhkan Makanan dan Minuman (Nutrisi)

Setiap makhluk hidup memerlukan makanan dan minuman untuk bertahan hidup. Fungsi makanan adalah untuk memperoleh energi atau tenaga, melakukan pertumbuhan, dan mengganti sel-sel yang rusak. Minuman atau air berfungsi sebagai pelarut utama di dalam tubuh.

Pada manusia dan hewan, makanan diambil dalam bentuk jadi, misalnya kuda makan rumput, ular makan tikus, dan tikus makan padi. Dengan kata lain, organisme tersebut tidak dapat membuat makanan sendiri.

Sedangkan pada tumbuhan, makanan dibuat melalui proses fotosintesis. Dalam proses tersebut, karbon dioksida bereaksi dengan air yang menghasilkan zat tepung atau karbohidrat. Proses ini dibantu cahaya matahari dan zat hijau daun atau klorofil. Proses fotosintesis ini dapat ditulis sebagai berikut.

Karbon dioksida + Air → Karbohidrat + Oksigen
Dengan demikian, proses fotosintesis berlangsung jika terdapat zat hijau daun dan cahaya matahari yang cukup.


4. Tumbuh dan Berkembang

Makhluk hidup tumbuh menjadi besar karena selnya bertambah banyak dan ukurannya bertambah besar. Misalnya, bayi akan tumbuh menjadi nak kecil, kemudian menjadi remaja dan dewasa. Dengan bertambahnya usia, tubuh akan menjadi lebih besar hingga mencapai usia tertentu. Demikian pula halnya dengan perkembangan kupu-kupu.

Selain tumbuh dan berkembang menjadi besar, terjadi pula perubahan dari bentuk sederhanan menjadi kompleks dan sempurna.

Pertumbuhan dapat diukur dan dinyatakan secara kuantitatif dalam bentuk kurva dengan menggunakan busur pertumbuhan atau auksanometer. Pertumbuhan dipengaruhi oleh faktor keturunan, makanan, dan hormon dalam makhluk hidup.

Perkembangan adalah suatu proses menuju ke tingkat kedewasaan, ditandai dengan adanya peningkatan kualitas sebagaimana layaknya makhluk hidup dewasa. Dengan demikian, perkembangan tidak dapat dinyatakan dengan ukuran panjang atau sentimeter.


5. Mengeluarkan Zat Sisa (Ekskresi)

Dalam tubuh makhluk hidup terjadi perombakan zat makanan untuk menghasilkan tenaga dan zat sisa yang harus dikeluarkan. Secara alamiah semua organisme akan mengolah zat makanan untuk diambil unsur pentingnya, sedangkan sisanya dibuang. Kadar zat sisa yang tinggi dapat membahayakan tubuh. oleh karena itu, zat sisa harus dikeluarkan dari tubuh.

Secara garis besar, zat sisa yang dikeluarkan oleh tubuh manusia dan hewan, antara lain karbon dioksida (CO2) melalui paru-paru, air (H2O), melalui kulit, ginjal, dan paru-paru, serta urine dari saluran kencing.

Alat pengeluaran zat sisa pada tumbuhan terdapat pada mulut daun (stomata) dan pada celah-celah kulit batang (lentisel). Zat yang dikeluarkan oleh tumbuhan berupa uap air atau tetesan air dan karbon dioksida.


6. Berkembang Biak (Reproduksi)

Setiap makhluk hidup mempunyai kemampuan untuk berkembang biak atau bertambah jumlahnya. Hal ini bertujuan untuk melestarikan jenisnya. Makhluk hidup mempunyai cara berkembang biak yang berbeda-beda, misalnya Amoeba dengan cara membelah diri, manusia dan hewan menyusui berkembang biak dengan cara melahirkan, serta katak dan ular dengan cara bertelur.

Proses berkembang biak atau reproduksi yang dilakukan makhluk hidup memiliki daya dan kapasitas tertentu. Artinya, setiap individu memiliki batas tertentu untuk dapat berkembang biak.


7. Menyesuaikan Diri (Adaptasi)

Apabila mengalami perubahan lingkungan, makhluk hidup akan berusaha menyesuaikan diri dengan keadaan di sekelilingnya. Penyesuaian diri dengan lingkungan ini disebut proses adaptasi. Jika suhu lingkungan terasa lebih panas atau lebih dingin dari pada suhu tubuhnya, makhluk hidup akan berusaha melakukan adaptasi atau penyesuaian diri dengan lingkungannya.

Hewan dan manusia memiliki cara yang berbeda untuk mengendalikan suhu tubuhnya. Misalnya, hewan yang mempunyai suhu tubuh tetap dari waktu ke waktu seperti gajah, menyamprotkan air ke sekujur tubuhnya pada siang hari yang panas. hewan yang mempunyai suhu tubuh berubah-ubah sesuai dengan lingkungannya seperti iguana, berjemur di terik matahari untuk menjaga suhu tubuhnya. Adapun manusia menjaga suhu tubuh dengan menjemur jenis pakaiannya.

Selain beradaptasi terhadap faktor suhu, makhluk hidup melakukan penyesuaian diri terhadap pH atau tingkat keasaman tanah, cahaya matahari, kelembapan, zat kelembapan, zat makanan, dan kadar garam atau salinitas.